Gresik, CN24 — Bukan sekadar duduk menikmati secangkir kopi. Pertemuan Paguyuban Radio Amatir Saptolowo di Cafe Pandawa, Jalan Raya Metatu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, justru menjadi momen berharga untuk mempererat silaturahmi, memperkokoh kekompakan, sekaligus menyatukan pandangan demi menjaga eksistensi organisasi.

Suasana penuh keakraban terasa begitu kental sepanjang kegiatan. Hadir langsung Ketua Paguyuban Radio Amatir Saptolowo, H. Haris, didampingi pencetus kegiatan H. Abdullah, S.H., M.H., C.Md., beserta seluruh jajaran pengurus dan anggota.

Meski dikemas santai, pertemuan ini tetap sarat makna. Para peserta memanfaatkannya untuk bertukar pandang soal keberlangsungan organisasi, pengembangan radio amatir, serta pentingnya menjaga soliditas dan komunikasi yang erat antarwarga paguyuban.

Bagi Saptolowo, kebersamaan adalah fondasi utama kekuatan organisasi. Karena itu, pertemuan informal seperti ini bukan sekadar kumpul-kumpul, melainkan ruang menyatukan gagasan dan memperkuat ikatan persaudaraan.

H. Abdullah mengaku sangat gembira bisa kembali berkumpul dalam suasana kekeluargaan yang hangat. Pengacara yang dikenal luas di Gresik—juga mantan Ketua ORARI Surabaya yang kini berdomisili di Gresik—menilai kegiatan semacam ini memiliki nilai strategis dalam menjaga keharmonisan sesama penggiat radio amatir.

“Saya sangat senang bisa berkumpul dan ngopi bareng di Cafe Pandawa ini. Momen seperti inilah yang memungkinkan kita saling berjumpa, mempererat silaturahmi, dan memperkuat kebersamaan sesama rekan seorganisasi,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa rutin digelar. Selain menjaga hubungan tetap erat, forum ini dapat melahirkan gagasan-gagasan baru demi kemajuan bersama.

Sementara itu, kehadiran Ketua Saptolowo H. Haris beserta jajaran menegaskan betapa pentingnya komunikasi internal bagi keberlangsungan organisasi. Pertemuan ini sekaligus membuktikan bahwa kekuatan paguyuban tidak hanya dibangun lewat kegiatan formal. Kebersamaan, komunikasi, dan rasa persaudaraan yang terus dirawat adalah kunci agar organisasi tetap hidup, solid, dan berkembang.

Pada akhirnya, ngopi bareng di Cafe Pandawa bukan sekadar soal kopi. Dari meja kopi, komunikasi diperkuat. Dari silaturahmi, persaudaraan dirawat. Dan dari kebersamaan, Paguyuban Radio Amatir Saptolowo terus menjaga soliditas serta eksistensinya di tengah masyarakat. (Rdwn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *