Gresik, CN24 — Warga yang melintas di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, dibuat geger oleh tumpahan cairan dari sebuah truk Fuso yang terguling, Senin (19/10/2026). Sempat dikira minyak goreng, cairan tersebut bahkan mengundang perhatian warga yang berbondong-bondong datang membawa galon kosong untuk menampungnya.
Namun, niat warga itu urung setelah sopir truk memberikan peringatan bahwa cairan yang tumpah bukan minyak goreng, melainkan stearin, bahan baku yang digunakan dalam pembuatan sabun dan lilin.
Peristiwa tersebut bermula ketika truk Fuso bermuatan cairan mengalami kecelakaan hingga terguling. Akibatnya, muatan truk tumpah dan meluber di sepanjang jalan hingga sekitar satu kilometer, membuat kondisi jalan menjadi licin dan berbahaya bagi pengguna jalan.
Muhammad (23), sopir truk asal Sampang, Madura, langsung mengingatkan warga yang mulai mendekat untuk mengambil cairan tersebut. Ia menegaskan bahwa muatan yang tumpah bukanlah minyak goreng seperti yang diduga warga.
“Ini bukan minyak goreng, melainkan stearin yang merupakan bahan baku untuk pembuatan sabun dan lilin,” tegas Muhammad di lokasi kejadian.
Setelah mendapat penjelasan, warga akhirnya mengurungkan niat untuk menampung cairan tersebut. Meski demikian, tumpahan stearin telanjur menimbulkan persoalan lain yang lebih serius, yakni membahayakan keselamatan pengendara karena permukaan jalan menjadi licin.
Sejumlah pengendara sepeda motor dilaporkan tergelincir hingga terjatuh saat melintasi ruas jalan tersebut. Salah satu korban adalah Intan (19), warga Jalan Sunan Giri, Gresik, yang mengalami kecelakaan ketika membonceng ibu dan adiknya.
“Saya tergelincir lalu jatuh saat membonceng adik dan ibu sewaktu melintas di jalan ini,” ungkap Intan.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Gresik, AKP Hariyazie, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika sopir truk berusaha menghindari sepeda motor yang mendadak melintas di depannya. Dalam situasi tersebut, sopir kehilangan kendali hingga kendaraan berat itu terbalik dan terguling.
“Karena tidak bisa menguasai kemudi, sopir truk hilang kendali hingga akhirnya kendaraan terbalik dan terguling,” jelas AKP Hariyazie.
Untuk mengantisipasi kecelakaan susulan sekaligus mengurai kepadatan kendaraan di kawasan perkotaan Gresik, Satlantas Polres Gresik menerapkan rekayasa lalu lintas dengan sistem satu arah secara bergantian.
Petugas juga menaburkan pasir di atas permukaan jalan yang terdampak tumpahan stearin guna mengurangi tingkat kelicinan dan meminimalkan risiko pengendara tergelincir.
Insiden ini menjadi pengingat bagi pengguna jalan agar tetap berhati-hati ketika melintasi lokasi kecelakaan, terutama saat terdapat tumpahan material yang dapat mengubah kondisi permukaan jalan. Penanganan cepat dan pembersihan menyeluruh diperlukan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan serta mencegah terjadinya kecelakaan lanjutan. (Red)
