GRESIK, CN24 — UPT SMP Negeri 1 Gresik terus memperkuat Gerakan Literasi Sekolah melalui program ORASI (Orang Tua Sumber Inspirasi). Kali ini, program tersebut menghadirkan H. Moh. Tajuddin, A.Md.PK., S.E., M.M., MMRS, seorang praktisi usaha sekaligus tokoh yang telah menorehkan pengalaman di bidang bisnis dan pelayanan kesehatan, Kamis (15/10/2026).

Di hadapan ratusan siswa, H. Tajuddin berbagi pengalaman mengenai kiat membangun dan mengembangkan usaha Family Bakery. Melalui kisah perjalanan bisnisnya, para siswa diajak memahami bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengelola usaha, tetapi juga oleh integritas, semangat belajar, kekuatan spiritual, serta restu orang tua.

Kepala UPT SMP Negeri 1 Gresik, H. Beri Avita Prasetiya, M.Pd., MM, menyampaikan bahwa program ORASI merupakan salah satu upaya sekolah untuk memperluas wawasan peserta didik melalui pengalaman nyata dari para narasumber inspiratif.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan murid dapat memperluas wawasan, menumbuhkan semangat belajar, membangun motivasi, serta berani bermimpi dan mempersiapkan masa depan yang gemilang,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran narasumber yang memiliki pengalaman langsung di dunia kerja dan usaha diharapkan mampu memberikan perspektif baru kepada siswa. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui kisah perjuangan, pengalaman, dan nilai-nilai kehidupan yang dapat menjadi bekal bagi masa depan mereka.

Dalam pemaparannya, pria yang akrab disapa H. Tajuddin tersebut mengungkapkan perjalanan dan prinsip yang menjadi landasan pengembangan Family Bakery. Usaha yang kini memiliki empat cabang di wilayah Gresik, Surabaya, dan Lamongan itu, menurutnya, dibangun melalui perpaduan strategi bisnis, konsistensi menjaga kualitas, kekuatan spiritual, serta dukungan dan restu orang tua.

H. Tajuddin, yang juga dikenal sebagai CEO Family Bakery dan Kepala Rekam Medik Rumah Sakit Semen Gresik, menekankan bahwa pola pikir menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah perjalanan seseorang, termasuk ketika membangun usaha.

Baginya, keberhasilan bisnis tidak semata-mata diukur melalui angka penjualan atau banyaknya cabang yang dimiliki. Lebih dari itu, sebuah usaha harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia menjelaskan tiga prinsip yang menjadi landasan dalam menjalankan usaha, yakni solusi nyata, dampak positif, dan keberkahan.

Pertama, solusi nyata, yaitu menghadirkan produk roti yang sehat dan halal untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kedua, dampak positif, yakni membuka peluang dan memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah usaha. Ketiga, keberkahan, yaitu menjadikan usaha sebagai jalan untuk memperoleh manfaat, ketenangan batin, dan kebaikan bagi sesama.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para siswa bahwa keberhasilan sejati bukan hanya tentang pencapaian pribadi, melainkan juga mengenai kontribusi yang dapat diberikan kepada lingkungan sekitar.

Lebih lanjut, H. Tajuddin memaparkan konsep dua sayap kesuksesan yang menjadi prinsipnya dalam menjalankan usaha, yaitu ikhtiar bumi dan ikhtiar langit.

Ikhtiar bumi merupakan usaha nyata yang dilakukan melalui kerja keras, inovasi, dan pengelolaan bisnis secara profesional. Dalam konteks Family Bakery, hal tersebut diwujudkan melalui pengembangan resep, peningkatan kualitas pelayanan, serta strategi pemasaran yang menyesuaikan kebutuhan dan perkembangan pasar.

Ia menegaskan pentingnya menjaga integritas dengan memastikan kualitas bahan baku, terus belajar dan mengevaluasi produk, serta membangun hubungan baik dengan pelanggan.

Pelanggan, menurut prinsip yang disampaikannya, harus dilayani dengan sepenuh hati dan diperlakukan layaknya keluarga sendiri. Sikap tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan dan menjaga keberlangsungan usaha.

Sementara itu, ikhtiar langit merupakan upaya spiritual yang dilakukan melalui doa, ibadah, dan sedekah. Baginya, kerja keras harus berjalan beriringan dengan kesadaran bahwa hasil akhir dari setiap usaha berada dalam kehendak Tuhan Yang Maha Pemberi Rezeki.

Ia mencontohkan kebiasaan mengawali pagi dengan salat Duha sebelum membuka toko, membiasakan sedekah melalui kegiatan Jumat Berkah, serta menjadikan keberkahan sebagai salah satu orientasi utama dalam berusaha.

Melalui pendekatan tersebut, H. Tajuddin mengajak para siswa memahami bahwa kesuksesan membutuhkan keseimbangan antara usaha yang sungguh-sungguh, pengelolaan yang baik, dan nilai-nilai spiritual yang menjadi pedoman hidup

“Resep seenak apa pun, bisnis akan sulit berkembang tanpa ragi restu orang tua. Ridho Ilahi terletak pada ridho orang tua,” tandas H. Tajuddin.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dari pembelajaran karakter yang disampaikan kepada para siswa. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya berkaitan dengan kecerdasan dan keterampilan, tetapi juga dengan akhlak, tanggung jawab, serta hubungan baik dengan keluarga.

Di akhir sesi berbagi pengalaman, H. Tajuddin memperkenalkan formula pengusaha paripurna sebagai rangkuman nilai-nilai yang menurutnya perlu dimiliki seseorang untuk meraih keberhasilan. Formula tersebut menekankan pentingnya kerja keras, integritas, kemauan untuk terus belajar, pelayanan yang baik, kekuatan spiritual, dan restu orang tua.

Melalui program ORASI, UPT SMP Negeri 1 Gresik berharap para siswa memperoleh inspirasi untuk mengembangkan potensi diri, berani menetapkan cita-cita, serta mempersiapkan masa depan dengan bekal ilmu pengetahuan dan karakter yang kuat.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa literasi tidak terbatas pada kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga dapat tumbuh melalui proses mendengar, memahami pengalaman orang lain, mengambil pelajaran, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *