GRESIK, CN24 — Semangat kepedulian sosial dan pengabdian kepada masyarakat kembali ditunjukkan keluarga besar Madas Sedarah DPC Gresik melalui kegiatan Jumat Berkah di Pondok Pesantren Kun Fayakun, Kabupaten Gresik. Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata komitmen organisasi dalam memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, mempererat tali silaturahmi, serta menumbuhkan kepedulian terhadap dunia pendidikan agama dan masyarakat sekitar.
Dalam kegiatan sosial tersebut, sekitar 1.200 bungkus bingkisan dibagikan kepada para santri dan santriwati Pondok Pesantren Kun Fayakun. Tak hanya memberikan bantuan berupa bingkisan, jajaran Madas Sedarah DPAC Benjeng juga menyerahkan 25 unit sajadah untuk mendukung kebutuhan ibadah para santri di lingkungan pondok pesantren.
Aksi sosial ini berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Kehadiran jajaran Madas Sedarah DPC Gresik bersama pengurus DPAC Benjeng menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui tindakan langsung yang menyentuh kehidupan masyarakat.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara organisasi kemasyarakatan dan lembaga pendidikan Islam. Pesantren sebagai tempat menimba ilmu agama memiliki peran penting dalam membentuk karakter, menanamkan akhlak, serta membangun generasi muda yang memiliki landasan moral dan spiritual dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.
Disambut Hangat Pimpinan Ponpes Kun Fayakun
Kedatangan rombongan Madas Sedarah DPC Gresik disambut langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Kun Fayakun, Ustadz Edwin Firman Sjafrial, M.Pd.I. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada keluarga besar pesantren.
Menurutnya, kehadiran pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan pendidikan agama merupakan bentuk dukungan moral yang sangat berarti. Perhatian tersebut tidak hanya diwujudkan melalui bantuan materi, tetapi juga melalui jalinan silaturahmi dan semangat kebersamaan yang dibangun antara masyarakat, organisasi, dan lembaga pendidikan.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas perhatian dan kehadiran rekan-rekan Madas Sedarah di tengah-tengah kami,” ujar Ustadz Edwin.
Sambutan tersebut menjadi bagian dari suasana kekeluargaan yang mewarnai kegiatan Jumat Berkah. Pertemuan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya membangun hubungan sosial yang harmonis, terutama dalam mendukung keberlangsungan pendidikan agama dan aktivitas para santri di lingkungan pesantren.
Pondok Pesantren Kun Fayakun yang telah berdiri sejak 2018 terus menjadi bagian dari lingkungan pendidikan keagamaan di Kabupaten Gresik. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun lingkungan yang peduli terhadap pendidikan, pembinaan akhlak, dan kehidupan sosial.
1.200 Bingkisan dan 25 Sajadah, Wujud Kepedulian Nyata
Salah satu bagian utama dalam kegiatan tersebut adalah pembagian sekitar 1.200 bungkus bingkisan kepada para santri dan santriwati. Penyaluran bantuan ini menjadi bentuk perhatian Madas Sedarah terhadap para santri yang menjalani aktivitas pendidikan dan pembelajaran agama di Pondok Pesantren Kun Fayakun.
Bagi Madas Sedarah, kegiatan berbagi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan kesempatan untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat dan membangun hubungan yang dilandasi kepedulian. Melalui kegiatan tersebut, organisasi berupaya menanamkan nilai bahwa semangat gotong royong dan saling membantu merupakan bagian penting dalam kehidupan sosial.
Selain bingkisan, Madas Sedarah DPAC Benjeng yang diketuai Roy Putro turut memberikan 25 unit sajadah untuk kebutuhan pondok pesantren. Bantuan perlengkapan ibadah tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas keagamaan para santri sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan pesantren.
Kontribusi jajaran DPAC Benjeng dalam kegiatan ini juga memperlihatkan pentingnya sinergi di internal organisasi. Kepedulian yang dibangun dari tingkat cabang hingga tingkat distrik menjadi modal untuk menjalankan berbagai kegiatan sosial secara berkelanjutan.
Dengan menggabungkan bantuan sosial dan dukungan terhadap kebutuhan ibadah, kegiatan Jumat Berkah ini membawa pesan bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui beragam bentuk. Mulai dari membantu kebutuhan masyarakat hingga mendukung lingkungan pendidikan yang menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada generasi penerus.
H. Mochamad Salim: Jadilah Orang yang Bermanfaat bagi Siapa Pun
Ketua Madas Sedarah DPC Gresik, H. Mochamad Salim, S.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan sosial tersebut memiliki makna lebih luas daripada sekadar penyaluran bantuan. Menurutnya, momentum seperti ini penting untuk menjaga hubungan antarsesama, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan kesadaran bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Ia menekankan bahwa semangat berbagi harus menjadi bagian dari kebiasaan dalam kehidupan bermasyarakat. Kepedulian tidak seharusnya muncul hanya pada waktu tertentu, tetapi perlu dipelihara melalui tindakan nyata yang dilakukan dengan ketulusan dan rasa tanggung jawab sosial.
“Setiap kebaikan yang dilakukan bersama-sama, Insyaallah akan menjadi berkah bagi kita semua. Jadilah orang yang bermanfaat bagi siapa pun. Peradaban akan rusak tanpa adanya pendidikan agama,” pesan H. Mochamad Salim.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya pendidikan agama sebagai salah satu landasan dalam membentuk perilaku, akhlak, dan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai keagamaan diharapkan tidak berhenti pada proses pembelajaran di lingkungan pesantren, tetapi juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati, membantu sesama, serta menjaga persatuan.
H. Mochamad Salim juga berharap keluarga besar Madas Sedarah senantiasa menjaga kekompakan dan konsisten menjalankan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, kekuatan organisasi tidak hanya diukur dari soliditas internal, tetapi juga dari kontribusi positif yang dapat dirasakan oleh lingkungan sekitarnya.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan Jumat Berkah dapat terus dipertahankan dan dikembangkan. Dengan demikian, kehadiran organisasi di tengah masyarakat tidak hanya terlihat dalam kegiatan berkumpul, tetapi juga melalui aksi nyata yang membawa manfaat bagi berbagai kalangan.
Jumat Berkah Berlanjut di Kawasan Makam Syekh Malik Ibrahim
Kepedulian Madas Sedarah DPC Gresik tidak berhenti pada kegiatan di Pondok Pesantren Kun Fayakun. Rangkaian Jumat Berkah kemudian dilanjutkan dengan pembagian bingkisan kepada para tukang becak dan warga yang melintas di kawasan Makam Syekh Malik Ibrahim.
Langkah tersebut memperluas sasaran kegiatan sosial agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat di luar lingkungan pesantren. Para tukang becak dan warga yang berada di sekitar kawasan tersebut turut menjadi bagian dari kegiatan berbagi yang dilaksanakan jajaran Madas Sedarah.
Pembagian bingkisan di kawasan Makam Syekh Malik Ibrahim juga menjadi bentuk perhatian terhadap masyarakat yang menjalani aktivitas sehari-hari di ruang publik. Melalui kegiatan sederhana tersebut, jajaran organisasi berupaya membangun suasana kebersamaan dan menumbuhkan kepedulian tanpa membedakan latar belakang penerima bantuan.
Aksi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kegiatan sosial dapat dilakukan dengan menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Pesan kepedulian tidak hanya ditujukan kepada kelompok tertentu, tetapi juga kepada warga yang membutuhkan perhatian dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan yang dimulai dari lingkungan pesantren hingga kawasan Makam Syekh Malik Ibrahim itu memperlihatkan kesinambungan antara kepedulian terhadap pendidikan agama dan perhatian kepada masyarakat umum.
Perkuat Silaturahmi, Bangun Kepedulian Berkelanjutan
Kegiatan Jumat Berkah yang dilaksanakan Madas Sedarah DPC Gresik bersama jajaran DPAC Benjeng menjadi momentum untuk memperkuat hubungan sosial sekaligus menegaskan pentingnya semangat berbagi dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui penyaluran sekitar 1.200 bingkisan kepada santri dan santriwati, pemberian 25 unit sajadah, serta pembagian bingkisan kepada tukang becak dan warga di kawasan Makam Syekh Malik Ibrahim, kegiatan ini menghadirkan beberapa bentuk kepedulian dalam satu rangkaian aksi sosial.
Lebih dari sekadar bantuan, kegiatan tersebut membawa pesan tentang pentingnya membangun kebersamaan, menjaga persaudaraan, dan menempatkan nilai kemanusiaan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
Sinergi antara jajaran DPC Gresik, DPAC Benjeng, dan pihak Pondok Pesantren Kun Fayakun juga menjadi contoh pentingnya kolaborasi dalam menumbuhkan budaya saling membantu. Ketika berbagai elemen masyarakat bersedia bekerja bersama, kegiatan sosial dapat menjadi sarana mempererat hubungan sekaligus membangun kepedulian yang lebih luas.
Madas Sedarah DPC Gresik berharap semangat berbagi dan kebersamaan seperti ini dapat terus terjaga. Konsistensi dalam menjalankan kegiatan sosial diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat serta mendorong tumbuhnya lingkungan yang lebih peduli terhadap pendidikan, kehidupan keagamaan, dan kesejahteraan sosial.
Pada akhirnya, kegiatan Jumat Berkah tersebut menjadi pengingat bahwa kebermanfaatan sebuah organisasi tidak hanya tercermin dari keberadaannya, tetapi juga dari kepedulian dan kontribusi nyata yang diberikan kepada masyarakat.
Dengan semangat persaudaraan dan gotong royong, Madas Sedarah DPC Gresik berupaya menjadikan kegiatan berbagi sebagai bagian dari pengabdian sosial. Sebab, kebaikan yang dilakukan bersama, meskipun diwujudkan melalui langkah sederhana, dapat menjadi awal bagi tumbuhnya solidaritas dan kepedulian yang lebih kuat di tengah masyarakat Kabupaten Gresik.
Pewarta Ratmi Lussanty
