GRESIK, CN24 — Ketahanan pangan bukan sekadar program di atas kertas. Di Desa Pundut Trate, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, keberhasilan petani melakukan panen padi hingga tiga kali dalam setahun menjadi bukti nyata bahwa ketersediaan air, sinergi lintas pihak, dan kerja keras petani mampu menjaga produktivitas pertanian, meski berada di tengah musim kemarau.
Panen raya padi seluas sekitar 5 hektare tersebut digelar pada Senin (6/10/2026), melibatkan warga petani setempat bersama LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Gresik, jajaran Koramil Benjeng, serta Pemerintah Desa Pundut Trate.
Ketua LSM GMBI Distrik Gresik, Muhammad Hudin, S.Pd., hadir langsung menyaksikan proses panen bersama jajaran Koramil Benjeng, Kepala Desa Pundut Trate, Babinsa, dan para petani.
Pantauan di lokasi, proses panen dilakukan menggunakan Combine Harvester Kubota. Hamparan tanaman padi yang menguning tampak siap dipanen, dengan hasil yang dinilai cukup melimpah.
Babinsa Desa Pundut Trate, M. Huda, mengatakan ketahanan pangan merupakan salah satu program nasional yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Ketahanan pangan merupakan program nasional. Kami dari TNI selalu siap membantu warga masyarakat, baik saat menanam maupun saat panen,” ujar M. Huda.
Menurutnya, keterlibatan TNI tersebut merupakan bagian dari program karya bakti untuk membantu membangun, memberdayakan, sekaligus meningkatkan produksi pertanian masyarakat.
Ia menyebut kondisi lahan pertanian Desa Pundut Trate yang berada berdekatan dengan waduk menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketersediaan air.
“Alhamdulillah, warga petani di Desa Pundut Trate yang bidang lahannya berdekatan dengan waduk, tahun ini bisa panen tiga kali dalam satu tahun,” katanya.
M. Huda menilai capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara petani, LSM GMBI Distrik Gresik, TNI, dan Pemerintah Desa Pundut Trate.
“Sinergisitas terus kita bangun di wilayah Kecamatan Benjeng agar ekonomi pertanian semakin meningkat dan kebutuhan air untuk lahan pertanian dapat tercukupi secara maksimal,” tegasnya.
GMBI: Ketersediaan Air Jadi Kunci
Ketua LSM GMBI Distrik Gresik, Muhammad Hudin, S.Pd., mengatakan keberhasilan panen hingga tiga kali dalam setahun tidak terlepas dari keberadaan waduk atau embung di Desa Pundut Trate.
Menurutnya, daya tampung waduk masih mampu memenuhi kebutuhan irigasi pertanian warga, termasuk ketika memasuki musim kemarau.
“Alhamdulillah, kita bisa menyaksikan panen untuk ketiga kalinya. Ini bukti bahwa ketahanan pangan di Pundut Trate terjaga. Waduk dengan daya tampung airnya mampu memenuhi kebutuhan pertanian hingga panen tiga kali,” ujar Hudin di sela-sela panen.
Dengan kondisi tersebut, lanjut Hudin, petani tidak lagi terlalu kesulitan mendapatkan pasokan air ketika musim kemarau berlangsung.
Ia menegaskan GMBI akan terus mengawal dan mendukung program ketahanan pangan serta pembangunan infrastruktur pertanian yang bersentuhan langsung dengan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami akan terus mendorong agar program ketahanan pangan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat bawah, khususnya para petani,” katanya.
Kepala Desa: Gagal Panen Karena Air Jadi Pelajaran
Sementara itu, Kepala Desa Pundut Trate, H. Muhammad Muslik, S.H., M.H., mengatakan Pemerintah Desa berkomitmen mendukung peningkatan kesejahteraan petani.
Muslik yang juga merupakan seorang petani mengaku memahami betul beratnya menghadapi kegagalan panen akibat keterbatasan air.
“Saya ini juga bertani. Ketika gagal panen padi karena kurangnya air untuk persawahan, rasanya traumatik,” ungkap Muslik.
Pengalaman tersebut, kata dia, menjadi salah satu alasan Pemerintah Desa terus membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk LSM GMBI dan TNI melalui Babinsa.
“Pemerintah Desa bersinergi dengan LSM GMBI dan TNI melalui Babinsa desa untuk membangun daya tampung air, baik untuk pertanian maupun kebutuhan sehari-hari masyarakat,” jelasnya.
Menurut Muslik, capaian panen tiga kali dalam setahun di tengah musim kemarau panjang menjadi salah satu indikator keberhasilan upaya tersebut.
“Saat ini musim kemarau panjang, namun warga masih bisa panen tiga kali. Inilah bentuk keberhasilan dalam memberdayakan dan meningkatkan produktivitas pertanian,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan embung dengan debit dan daya tampung yang mencukupi menjadi faktor penting dalam keberhasilan pertanian masyarakat.
“Ketika debit dan daya tampung waduk atau embung mencukupi, panen pun bisa berhasil hingga sekitar 80 persen. Kerja keras dan sinergi ini semoga menjadi amal kebaikan serta memberikan manfaat bagi seluruh warga masyarakat Pundut Trate,” pungkasnya.
Panen raya seluas sekitar 5 hektare tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi petani, tetapi juga ikut menjaga ketersediaan stok pangan di Kecamatan Benjeng dan Kabupaten Gresik secara umum. (Red)
