LAMONGAN, CN24 — 21/09/2026. Kepedulian terhadap dunia pendidikan kembali ditunjukkan Ipda Purnomo, anggota Polres Lamongan. Kali ini, ia membantu seorang lulusan perguruan tinggi asal Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, yang mengalami kendala mengambil ijazah akibat tunggakan biaya administrasi.
Kisah tersebut bermula ketika kedua orang tua alumni mahasiswa program sarjana (S1) itu mendatangi kediaman Ipda Purnomo. Mereka menyampaikan kondisi ekonomi keluarga sekaligus menceritakan persoalan yang dihadapi anaknya setelah menyelesaikan pendidikan.
Sang anak diketahui memiliki cita-cita menjadi seorang guru. Setelah menyelesaikan kuliah, ia berkeinginan segera bekerja agar dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarganya.
Namun, keinginan tersebut terkendala lantaran ijazah asli masih tertahan di salah satu perguruan tinggi di Lamongan. Pihak keluarga masih memiliki tunggakan administrasi biaya perkuliahan dan wisuda sebesar Rp2 juta.
Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat mereka belum mampu melunasi tunggakan tersebut. Akibatnya, sang lulusan mengalami kesulitan ketika hendak memenuhi persyaratan administrasi untuk melamar pekerjaan.
Mendengar cerita tersebut, Ipda Purnomo kemudian menyatakan kesediaannya membantu menyelesaikan persoalan tersebut. Ia berinisiatif melunasi sisa tunggakan agar ijazah dapat segera diambil dan diserahkan kepada pemiliknya.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membuka kembali kesempatan bagi lulusan tersebut untuk mencari pekerjaan dan mengejar cita-citanya sebagai guru.
Kepedulian itu juga menjadi bentuk dukungan terhadap generasi muda agar persoalan ekonomi tidak menjadi penghalang dalam melanjutkan langkah setelah menyelesaikan pendidikan.
Ipda Purnomo berharap ijazah yang telah dapat diambil nantinya benar-benar dimanfaatkan untuk membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.
“Semoga ijazah ini bisa bermanfaat dan menjadi jalan bagi adik ini untuk mendapatkan pekerjaan sesuai cita-citanya. Mudah-mudahan juga bisa membantu kedua orang tuanya,” ujar Ipda Purnomo.
Bagi keluarga tersebut, bantuan itu bukan sekadar menyelesaikan tunggakan administrasi. Lebih dari itu, kepedulian tersebut memberikan harapan baru bagi seorang lulusan yang tengah berjuang memulai kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Langkah tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap pendidikan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, khususnya dengan membantu generasi muda yang memiliki keterbatasan ekonomi tetapi tetap memiliki semangat untuk bekerja dan meraih cita-cita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *